PROSES CETAK

 

1.Kejadian Awal

  • Acuan cetak menerima tinta dari sistem penintaan dengan tebal lapisan tertentu
  • Bahan cetak (material cetak) seperti kertas di bawa untuk bersinggungan dengan acuan cetak dan lapisan tinta

2.Proses Cetak

Acuan cetak dan lapisan tinta cetak berhubungan dengan kertas

  • Hubungan atau kontak ini terjadi karena ada tenaga yang di gunakan untuk menekan kedua permukaan tersebut. Tenaga ini di sebut tekanan cetak.
  • Hubungan atau kontak dalam waktu yang sangat pendek, karena ada kecepatan yang di gunakan dalam proses singgungan tersebut dan kecepatan singgungan tersebut di sebut dengan kecepatan cetak

3.Kejadian setelah pencetakan

Acun dan lapisan tinta cetak terbagi dengan kertas

  • Dalam kejadian ini terdapat gejala pembelahan lapisan tinta cetak
  • Sebagian tinta cetak beralih ke permukaan bahan cetak (kertas)
  • Sebagian lagi tinggal pada permukaan acuan

 

Dua gejala yang terdapat pada proses cetak :

  1. Ink transfer dari acuan ke permukaan kertas
  2. Peneyerapan terhadap sebagian kecil lapisan tinta oleh permukaan kertas. Penyerapan hanya terjadi pada bahan cetak yang berpori – pori. Pada bahan cetak yang terlaminasi,maka sifat adhesi antara tinta dengan permukaan bahan cetak menggantikan sifat penyerapan.

Dapat di simpulkan bahwa proses cetak adalah lapisan tinta cetk dari permukaan acuancetak ke permukaan lainnya yaitu bahan cetak.

                Sesungguhnya yang beralih itu bukan lah image-nya, namun lapisan tinta yang meliputi image tersebut.

Keutuhan perwujudan dari image pad apermukaan bahan cetak di entukan oleh ketebalan lapisan tinta cetak yang di alihkn ke permukaan bahan cetak, sedangkan ketebalan lapisan tinta ini berpengaruh pada hasil visual oleh mata (efek optic).

 

ALIH TINTA

Faktor – faktor yang mempengaruhi alih tinta :

–          Ketebalan lapisan tinta

Makin tebal lapisan tinta pada acuan maka semakin baik pengalihannya ke bahan cetak,karena hubungan/kontak antara kedua permukaan itu terjadi dengan semakin baik jika lapisan tinta yang ada pada acuan semakin tebal.

 

–          Kehalusan bahan permukaan

Permukaan bahan cetak yang menunjukan prilaku yang lebih baik karena hubungan dengan acuan cetak berlangsung dengan sempurna, sehingga dengan lapisan tinta yang lebih tipis pada seluruh permukaan bahan cetak tertutup oleh lapisan tinta.

 

–          Adhesi antara permukaan bahan cetak dengan tinta cetak

Dapat terjadi jika gaya kohesi nya lebih kecil di bandingkan gaya adhesi nya

 

–          Tekanan cetak

Semakin besar tekanan yang di berikan semakin besar jumlah tinta yang di alihkan. Akan tetapi meskipun demikian, tekanan cetak ternyata tidak mengakibatkan efek yang sama terhadap berbagai jenis kertas, karena efek yang terjadi pada kertas tegantung pada struktur fisiknya.

Istilah yang di gunakan untuk kehalusan kertas yang di ukur dengan secara langsung ketika proses cetak berlangsung yaitu kehalusan cetak ( printing smoothness).

 

–          Kecepatan cetak

Para peneliti gafika menemukan bahwa jika kecepatan  cetak di perbesar maka tinta yang di alihkan semakin berkurang. Keadaan ini dapat terjdi karena pada kecepatan yang sangat tinggi maka waktu yang di gunakan acuan mengalihkan tinta semakin pendek atau bisa di katakan kesempatan unutk mengalihkan tinta secara efektif akan semakin kecil.

 

–          Sifat reologi tinta cetak

Tint cetak tidak seperti zat cair biasanya,karena merupakan bentuk campuran antara zat cair  (minyak) dengan zat padat (vernis,resin) yang di sebut suspense.Sehingga memiliki sifat alir yang khas dan kompleks. Pada umumnya tinta cetak bersift kaku (stiff), tidak mudah mengalir seklipun dengn gaya beratnya sendiri kecuali di bantu dengan energi dari luar ,missal dengan tekanan, kecepatan,maupun suhu ruangannya. Akan tetpi makin tinggi kekentalan tinat semakin sulit untuk di alihkan.

 

 

 

SISTEM PEMBASAH

                Keseimbangan antara air pembasah dan tinta cetak menjadi perhatian dan di jaga kondisinya supaya tetap stabil sehingga tidak menimbulkan permasalahan pada saat proses cetak.

Tujuan : memberikan air pembasah yang cukup pada bagian – bagian pelat yang tidak mencetaktanpa merusak bagian yang mencetak.

Syarat pembasahan yang baik :

–          Peralatan pembasahan yang baik

–          Tintanya cepat mengering

–          Memberikan pembasahan yang merata di seluruh permukaan bahan cetak

–          Keseimbangan antara air dan tinta tetap stabil

–          Tidak mengakibatkan bintik pada gambar