Skema Manajemen Produksi

 

Skema tersebut menggambarkan prosedur atau alur yang terjadi pada industri Grafika dan industri – industri lainnya. Dimana ketika Customer datang dengan membawa materi berupa data order,biasanya berupa Portable Document Format ( PDF ). Kemudian masuk ke bagian PraCetak untuk segera di buat Pelat Cetak menggunakan teknologi Computer To Plate ( CTP ),bagian PraCetak kemudian membuat proof/cetak coba untuk kemudian di asistensi (acc) oleh customer.

Selesai asistensi oleh customer,data ini pun akan di bahas oleh pengambil kebijakan ,di sini termasuk Presiden Direktur/Owner,Manager Umum,dan bahkan para Manager.Di bahas perkiraan jumlah tenaga SDM,mesin yang di gunakan,estimasi bahan dan biaya serta pola kerja yang akan di terapkan guna memenuhi kebutuhan pelanggan bersangkutan.

Kemudian hasilpembahasan ini akan di sampaikan ke pada bagian operasional untuk di buat Surat Perintah Kerja berisi seluruh detail proses yang harus ditempuh untuk menghasilkan produk. Sejalan dengan hal tersebut,pemasok bahan baku seperti kertas , tinta , dan bahan additive lainnya pun sudah mulai di datangkan oleh bagian logistik perusahaan tenttunya sesuai dengan jumlah yang tertera pada kesepakatan rapat para pengambil kebijakan.

Setelah bahan baku tersedia dan Surat Perintah Kerja sudah terbit,maka proses cetak atau produksi bisa di jalankan. Produksi secara massal menggunakan aset yang tersedia di perusahaan,mesin dan SDM, jika sudah selesai produk kemudian di kirim ke bagian pasca-cetak ,menuju proses berikutnya berupa pengemasan atau penjilidan jika produk berbentuk majalah/buku. Tak lupa setelah produk selesai di produksi,maka penting untuk di ingat membahas sistem pembayaran customer. Terkait sistem pembayaran baiknya di bahas di awal data masuk,agar di akhir produksi tidak terjadi selisih paham maupun pendapat  antara perusahaan dengan pelanggan.

Hasil akhir produksi pun di kirim ke bagian ekspedisi jika customer menginginkan produk di antar.